KAYONG UTARA
BorneoKita.co.id, Sukedane.- Hujan deras yang melanda Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Minggu, 19 Januari 2025, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, termasuk SMP Negeri 2 Sukadana. Genangan air yang mencapai ketinggian antara lutut hingga pinggang orang dewasa memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan sementara.
Burhanuddin, salah satu guru di SMP Negeri 2 Sukadana, mengungkapkan bahwa meskipun banjir cukup tinggi, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada barang-barang penting seperti peralatan elektronik dan buku. Hal ini berkat tindakan cepat penjaga sekolah yang berhasil menyelamatkan barang-barang sebelum air semakin naik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Rahadi Usman, langsung turun ke lokasi pada Senin pagi, 20 Januari 2025, untuk meninjau situasi. Ia menyatakan bahwa apabila banjir belum surut, siswa akan diminta belajar dari rumah sementara para guru dan staf tetap bekerja sesuai arahan.
Burhanuddin menambahkan, banjir ini tidak terkait dengan pasang laut, melainkan curah hujan yang ekstrem. Biasanya, dibutuhkan beberapa hari agar air benar-benar surut. Kondisi ini membuat ruang kelas tidak bisa digunakan dan mengganggu proses pembelajaran.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah yang rentan banjir seperti Kayong Utara. (Red)