KABUPATEN KETAPANG
BorneoKita.co.id, Ketapang.- Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dan Kecamatan Sungai Melayu Rayak di Kabupaten Ketapang semakin memprihatinkan. Kerusakan parah di jalur ini menghambat aktivitas masyarakat yang sangat bergantung pada akses tersebut, sementara harapan perbaikan tampaknya masih jauh dari kenyataan.
Dalam beberapa pekan terakhir, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalan dari Pelang menuju Kilometer 26 sangat buruk. Jalan berlubang dan genangan air akibat hujan menjadi pemandangan sehari-hari bagi para pengguna jalan.
“Sebenarnya sudah ada rencana untuk memperbaiki jalan ini, tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda pengerjaan. Padahal, kondisinya semakin memburuk,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa, Kamis (16/01/2025).
Keraguan warga terhadap proyek perbaikan jalan juga dipicu oleh pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak sesuai harapan. Pada tahun 2024, PT Clara selaku kontraktor telah memulai proyek perbaikan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, pengerjaan aspal yang seharusnya dimulai dari Pelang menuju Sungai Kepuluk justru dilakukan sebaliknya.
“Papan proyek menunjukkan titik nol pengerjaan di Pelang, tetapi kenyataannya aspal malah dikerjakan dari arah Sungai Kepuluk ke Pelang. Hal ini membuat masyarakat bingung dan kecewa,” ujar sumber lain.
Masyarakat mendesak pihak berwenang untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah nyata dalam menangani kerusakan jalan ini. Mereka khawatir, jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan semakin merugikan, baik dari segi ekonomi maupun keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait maupun kontraktor mengenai permasalahan tersebut. (Red)