Bandara SAMS Sepinggan Perkuat Kesiapan Hadapi Keadaan Darurat dan Ancaman Keamanan
Terbaru
- Proyek Lanjutan Rumah Adat Jawa 2026 Dikabarkan Dibatalkan Dinas Pariwisata, Pernyataan Bohong Ketua DPRD Ketapang Perlu Dipertanyakan.
- Bandara SAMS Sepinggan Perkuat Kesiapan Hadapi Keadaan Darurat dan Ancaman Keamanan
- KPK Dalami Jejak Rp106,3 Miliar dari OTT ATR/BPN, Dugaan Kaitan dengan Muktamar NU Jadi Sorotan
- Kerugian Karhutla 2026 Diperkirakan Tembus Rp123,1 Triliun, Kalbar Paling Terdampak
- Status Tanggap Darurat, Pemkab Ketapang Ubah Pola Penanganan Karhutla
BORNEOKITA.CO.ID, BALIKPAPAN — Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat dan ancaman keamanan penerbangan melalui koordinasi lintas instansi.
Upaya tersebut dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan dengan menyelenggarakan Airport Emergency Committee (AEC) Meeting, Airport Security Committee (ASC) Meeting ke-III, serta simulasi Table Top Exercise Tahun 2026 di Gedung Serbaguna bandara.
Rangkaian kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan komunikasi, koordinasi, dan efektivitas penanganan situasi darurat secara terpadu. Melalui simulasi, setiap instansi menyelaraskan langkah agar penanganan kecelakaan maupun gangguan keamanan dapat berjalan sesuai prosedur.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa tantangan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus mengalami perkembangan. Karena itu, kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi kebutuhan penting dalam menjaga operasional bandara.
Menurut Iwan, pertemuan komite penanggulangan keadaan darurat dilaksanakan sedikitnya sekali dalam setahun dan disertai Table Top Emergency Exercise. Sementara itu, pertemuan komite keamanan bandara diselenggarakan minimal empat kali setahun dengan mengacu pada KM Nomor 39 Tahun 2024.
Pada pertemuan ASC ketiga tahun ini, pelaksanaannya dipadukan dengan Table Top Security Exercise untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan. Iwan menjelaskan, simulasi tersebut menjadi sarana bagi anggota komite untuk menyamakan pemahaman tentang peran, fungsi, dan tanggung jawab setiap instansi ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan bandara.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur terkait, antara lain Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, perwakilan Otoritas Bandara Wilayah VII, Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Balai Karantina, Basarnas, BMKG, dan AirNav Indonesia. Perwakilan maskapai serta rumah sakit dan puskesmas rujukan setempat turut hadir.
Dalam pembahasan bersama, peserta menekankan perlunya jalur komunikasi darurat yang efektif dan kesiapan perangkat radio komunikasi atau HT antarinstansi. Kejelasan mekanisme perubahan status keamanan serta kecepatan respons sesuai standar operasional penerbangan juga menjadi perhatian.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada sejumlah ketentuan, termasuk Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, PM Nomor 140 Tahun 2015, PM Nomor 9 Tahun 2024, dan KM Nomor 39 Tahun 2024. Selain itu, kegiatan berpedoman pada Program Keamanan Bandar Udara serta Airport Contingency Plan Bandara SAMS Sepinggan.
Melalui koordinasi dan simulasi tersebut, pengelola Bandara SAMS Sepinggan menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan di salah satu gerbang udara Kalimantan Timur.( BK.Red)







