Reshuffle Kelima Kabinet Prabowo: Qodari Kembali Tempati Jabatan Penting
Terbaru
- Teror Air Upas Masih Misterius, Pemkab Ketapang Himpun Data, Gubernur Kalbar Buka Dugaan Pemicu
- Reshuffle Kelima Kabinet Prabowo: Qodari Kembali Tempati Jabatan Penting
- Arei Gelar Kegiatan Perdana di Kalimantan Barat, Bangun Kolaborasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung
- Koalisi Pers Kaltim mengecam intimidasi dan penghapusan data wartawan saat meliput aksi 214 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
- Isu Keretakan Hubungan Bupati Ketapang dan Wakilnya Mencuat di Media Sosial
BorneoKita. Co.id , Jakarta.- Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet untuk kelima kalinya pada Senin, 27 April 2026. Dalam reshuffle terbaru ini, sebanyak enam tokoh resmi mengisi posisi baru di Kabinet Merah Putih.
Sejumlah nama yang dilantik sebenarnya bukan sosok baru di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo. Salah satunya Abdul Kadir Karding, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebelum mengalami pergeseran posisi pada reshuffle tahun lalu. Selain itu, Hasan Nasbi juga pernah menduduki jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office sebelum digantikan pada 17 Juli 2025.
Muhammad Qodari juga kembali mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto dengan menempati jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Penunjukan ini menegaskan posisi strategis Qodari di lingkaran pemerintahan, setelah sebelumnya ia beberapa kali menduduki jabatan penting di lingkungan Istana. Rekam jejaknya di pemerintahan menunjukkan bahwa Qodari bukan figur baru, melainkan sosok yang terus dipercaya untuk mengisi posisi strategis, khususnya dalam bidang komunikasi dan koordinasi pemerintahan.
Nama Qodari sendiri telah beberapa kali muncul dalam susunan pejabat pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024, kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada 2025, hingga akhirnya kembali menempati posisi penting sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI pada 2026. Kehadirannya kembali dalam kabinet menandakan bahwa ia masih menjadi salah satu figur yang diandalkan dalam mendukung penyampaian kebijakan pemerintah kepada publik.
Adapun enam pejabat baru yang masuk ke dalam Kabinet Merah Putih ialah Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, serta Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Sepanjang masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah beberapa kali melakukan reshuffle kabinet. Pada perombakan jilid pertama yang berlangsung 19 Februari 2025, Brian Yuliarto dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Pada saat yang sama, Muhammad Yusuf Ateh diangkat sebagai Kepala BPKP bersama Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP. Selain itu, Amalia Adininggar Widyasanti dipercaya memimpin BPS dengan Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai wakilnya, sementara Nugroho Sulistyo Budi dilantik sebagai Kepala BSSN.
Pada reshuffle jilid kedua tanggal 8 September 2025, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Mukhtarudin juga dilantik sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding, sementara Ferry Juliantono ditunjuk sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi. Dalam perombakan yang sama, Mochamad Irfan Yusuf dipercaya sebagai Menteri Haji dan Umrah dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.
Selanjutnya pada reshuffle ketiga, 17 September 2025, Djamari Chaniago dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan. Erick Thohir juga ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo. Selain itu, Afriansyah Noor menempati posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Rohmat Marzuki menjadi Wakil Menteri Kehutanan, dan Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Pada momen itu pula, Angga Raka Prabowo dipercaya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, sementara Sonny Sanjaya dan Nanik Sudaryati Deyang diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sarah Sadiqa juga dilantik menjadi Kepala LKPP, sedangkan Ahmad Dofiri ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian. Muhammad Qodari saat itu mengisi jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Pada reshuffle jilid keempat, 8 Oktober 2025, Benjamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan, sedangkan Akhmad Wiyagus menjabat Wakil Menteri Dalam Negeri. Anggito Abimanyu juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. Di sektor BUMN, Dony Oskaria diangkat sebagai Kepala BP BUMN dengan Aminudin Maruf dan Teddy Barata sebagai wakilnya.
Presiden juga menunjuk Dirgayuza Setiawan sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, serta Agung Gumilar Saputra sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis. Selain itu, Velix Wanggai ditetapkan sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama sejumlah anggota lainnya.(BK.Red *)






