Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kebakaran, Warga Baru Ulu Diminta Waspada
Terbaru
- Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM Subsidi Masih Terjadi di Ketapang, Ketua DPD BPM Minta Kapolda Kalbar Turun Tangan
- Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kebakaran, Warga Baru Ulu Diminta Waspada
- Pemkot Samarinda Siap Luncurkan AMDK Perumdam Tirta Kencana, Bidik Pasar Kalimantan hingga Nasional
- Anggaran Perjalanan Dinas Dua Sekretariat di Ketapang Jadi Sorotan, Nilainya Capai Rp16,2 Miliar
- Dituntut 14 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Pembunuhan di Balikpapan Minta Keringanan Hukuman
Borneokita.co.id, BALIKPAPAN – Pemerintah Kelurahan Baru Ulu meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas yang melanda Kota Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir.
Suhu udara yang tinggi dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di lingkungan permukiman maupun di area lahan kosong. Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api.
Lurah Baru Ulu, Abas, mengatakan pihak kelurahan terus menyampaikan imbauan Pemerintah Kota Balikpapan mengenai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran lingkungan.
Informasi tersebut disebarluaskan melalui berbagai sarana, mulai dari media sosial, grup WhatsApp ketua RT, hingga poster yang dibagikan kepada masyarakat. “Kami mengajak seluruh warga Baru Ulu untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jangan sampai kelalaian kecil menyebabkan kebakaran dan menimbulkan kerugian bagi banyak orang,” kata Abas, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, salah satu tindakan pencegahan yang harus dilakukan warga adalah tidak membakar sampah, ranting, maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Selain melanggar ketentuan, aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika cuaca panas disertai tiupan angin cukup kencang “Api yang semula kecil dapat dengan cepat membesar karena kondisi cuaca saat ini sangat mendukung terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Abas juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa keamanan instalasi listrik, kompor, dan peralatan elektronik sebelum meninggalkan rumah Kebiasaan sederhana, seperti memastikan kompor telah padam serta mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, dinilai dapat meminimalkan risiko kebakaran di kawasan permukiman.
Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, khususnya di lokasi yang dipenuhi rumput kering, ranting, atau semak belukar. “Hal-hal yang terlihat sepele sering kali menjadi pemicu munculnya titik api. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati,” ujarnya.
Tidak hanya mewaspadai kebakaran, masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi kesehatan selama cuaca panas berlangsung. Warga disarankan memperbanyak minum air putih, menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan, serta membatasi aktivitas fisik berat pada siang hari, terutama pada pukul 10.00 hingga 15.00 WITA.
“Cuaca panas bukan hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan. Masyarakat sebaiknya tidak memaksakan diri beraktivitas terlalu lama di bawah terik matahari,” tuturnya.
Abas menambahkan, pihak kelurahan bersama para ketua RT terus memperkuat koordinasi untuk memantau kondisi lingkungan di wilayah Baru Ulu. Apabila menemukan potensi kebakaran maupun kejadian yang dapat membahayakan keselamatan warga, masyarakat diminta segera melapor kepada ketua RT, pihak kelurahan, atau petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditangani.
“Kami berharap seluruh warga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Pencegahan tentu lebih baik daripada melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi,” katanya.
Dengan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat, Abas optimistis wilayah Baru Ulu dapat tetap aman, nyaman, dan terhindar dari bencana kebakaran selama musim kemarau.
“Melalui kewaspadaan bersama, kami berharap Baru Ulu tetap menjadi lingkungan yang aman dan terbebas dari kebakaran,” pungkasnya. (BK,Red)






