Ketum BPM Kalbar Ingatkan Pemuda Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal
Terbaru
- Ketum BPM Kalbar Ingatkan Pemuda Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal
- Pemkot Balikpapan Perkuat PAD Lewat Digitalisasi Pajak dan Retribusi Daerah
- Tiga Daerah di Kaltim Belum Miliki Bidang Khusus Ekonomi Kreatif
- Kapolda Kalbar Berganti Irjen Alberd Teddy , Publik Berharap Bawa Perbaikan Penegakan Hukum di Kalbar.
- FH Unmul dan BRWA Perkuat Kolaborasi Dorong Pengakuan Masyarakat Adat di Kaltim
Borneokita.co.id, Pontianak – Barisan Pemuda Melayu atau BPM Kalimantan Barat menaruh perhatian serius terhadap maraknya praktik judi online yang masih bebas beredar di berbagai platform media sosial. Fenomena tersebut dinilai berpotensi merusak generasi muda apabila tidak segera diantisipasi bersama.
Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Edi, mengatakan kemajuan teknologi digital saat ini memang membawa banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga membuka ruang bagi masuknya berbagai pengaruh negatif apabila tidak digunakan secara bijak.
Menurutnya, keberadaan situs maupun promosi judi online yang mudah ditemukan di media sosial menjadi ancaman nyata, terutama bagi remaja dan anak muda. Terlebih, konten promosi judi online kerap dikemas secara menarik sehingga dapat memancing rasa penasaran.
“Kami sangat prihatin karena hingga saat ini masih banyak ditemukan situs judi online yang beredar di media sosial. Ini sangat berbahaya, khususnya bagi generasi muda yang rentan terpengaruh,” ujar Gusti Edi, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan, judi online bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga dapat berdampak buruk terhadap mental, kondisi ekonomi, hingga masa depan seseorang. Jika sudah kecanduan, seseorang dapat kehilangan kendali dan rela menghabiskan uang demi mengejar kemenangan instan.
Selain judi online, Gusti Edi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, banyak masyarakat yang awalnya tergiur karena proses pencairan dana yang cepat, namun akhirnya justru terjerat utang dan mengalami tekanan ekonomi berkepanjangan.
“Pinjaman online juga harus diwaspadai. Banyak yang awalnya hanya mencoba, tetapi kemudian kesulitan membayar dan akhirnya terjerat masalah ekonomi,” katanya.
Gusti Edi mengajak generasi muda untuk tidak mudah tergoda dengan tawaran mendapatkan uang secara cepat tanpa usaha yang jelas. Menurutnya, pola pikir ingin kaya secara instan justru dapat membawa seseorang pada kerugian besar.
“Pemuda jangan mudah tergiur iming-iming uang instan. Kalau ingin memiliki masa depan yang baik, biasakan menabung, bekerja keras, dan membangun usaha dengan cara yang benar. Hasil dari kerja sendiri tentu lebih mulia dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Ia menilai, semangat kerja keras, hidup sederhana, serta kemampuan mengendalikan diri perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Hal itu penting agar para pemuda memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Gusti Edi juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan gawai dan media sosial anak-anak. Pengawasan tersebut diperlukan agar anak-anak tidak mudah terpapar konten negatif, termasuk promosi judi online maupun pinjaman online ilegal.
Selain keluarga, lingkungan masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan saling mengingatkan mengenai bahaya judi online. Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan. Jangan sampai anak-anak muda kita kehilangan masa depan hanya karena terjerumus dalam perjudian online,” ujarnya.
Gusti Edi berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memperkuat pengawasan terhadap situs judi online dan platform yang menyebarkan promosi perjudian. Penindakan tegas dinilai perlu dilakukan agar ruang digital tidak menjadi tempat tumbuhnya praktik yang merugikan masyarakat.
Ia juga mendorong generasi muda di Kalimantan Barat untuk lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, pekerjaan, usaha, organisasi, serta kegiatan positif lainnya.
“Kami berharap generasi muda menjauhi hal-hal negatif yang bertentangan dengan agama dan norma kehidupan bermasyarakat. Gunakan masa muda untuk kegiatan yang bermanfaat dan membanggakan keluarga,” pungkasnya.(BK.Red)






