Viral Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Tantang “Cium Lutut” Soal Jalan Rusak Sepauk Sintang, Ini Faktanya
Terbaru
- Viral Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Tantang “Cium Lutut” Soal Jalan Rusak Sepauk Sintang, Ini Faktanya
- Pria Nekat Bobol Rumah Kosong di Balikpapan, Berakhir Babak Belur Dihajar Warga
- Dipanggil Kejari Singkawang , Tiga Staf Polnep Siap Klarifikasi Dana Hibah
- Publik Minta Forkopimda Segera Tuntaskan ,Teror Pembakaran Rumah di Kecamatan Air Upas .
- Polda Kaltim Petakan 5 Daerah Rawan Sabu, Balikpapan hingga Berau Jadi Atensi
BorneoKita.co.id, Sintang.- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, menjadi sorotan publik usai menanggapi aspirasi warga terkait kerusakan jalan di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Pernyataan tersebut mencuat setelah potongan video dirinya beredar luas di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, dan memicu beragam respons dari warganet.
Dalam video yang beredar, Krisantus menyampaikan tantangan kepada Gubernur Jabar KDM dengan menyebut siap “cium lutut” apabila KDM mampu menangani perbaikan jalan rusak di wilayah Kalimanatan Barat. Pernyataan itu kemudian menjadi viral dan ramai diperbincangkan, terutama karena disampaikan dalam konteks keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang dinilai masih memprihatinkan.
Pernyataan tersebut juga muncul di tengah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kalimantan Barat yang disebut berada di kisaran Rp6 triliun. Kondisi fiskal ini disebut menjadi salah satu tantangan utama pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah-wilayah pedalaman dan kabupaten yang memiliki akses geografis cukup sulit.
Sepauk sendiri diketahui merupakan kampung halaman Wakil Gubernur, sehingga respons yang disampaikannya dinilai sebagian pihak memiliki muatan emosional. Hal ini menambah sorotan publik terhadap cara pejabat daerah dalam merespons aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.
Di media sosial, reaksi warganet pun beragam. Sebagian menilai pernyataan Krisantus sebagai bentuk “curhat” pejabat daerah yang tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan tekanan publik untuk mempercepat perbaikan infrastruktur. Kelompok ini menilai bahwa ungkapan tersebut mencerminkan realitas di lapangan, di mana kebutuhan pembangunan sering kali tidak sebanding dengan kemampuan fiskal daerah.
Namun, tidak sedikit pula warganet memberikan kritik yang menilai pernyataan tersebut terkesan emosional dan kurang mencerminkan komunikasi publik yang ideal dari seorang pejabat negara. Mereka menilai bahwa dalam situasi seperti ini, diperlukan penyampaian yang lebih tenang, terukur, dan solutif agar tidak menimbulkan polemik di ruang digital.
Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial juga mencoba memberikan perspektif data untuk memperkaya diskusi. Akun TikTok “Healing101”, misalnya, membandingkan panjang jalan provinsi di Jawa Barat yang mencapai sekitar 2.362 kilometer, sementara di Kalimantan Barat sekitar 1.530 kilometer. Perbandingan ini digunakan untuk memberikan konteks berbeda terkait beban pengelolaan infrastruktur di masing-masing daerah.
Sementara itu, di tengah ramainya perdebatan di ruang digital, penanganan jalan rusak di Kecamatan Sepauk saat ini dilaporkan sudah mulai dilakukan di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sintang terlihat telah menurunkan alat berat dan memulai proses perbaikan di titik yang sebelumnya viral dikeluhkan warga.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, upaya perbaikan yang direspon diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang di media sosial, serta menjadi titik awal percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang.(BK.Red)







