Pontianak, Kalimantan Barat

Borneokita.co.id. sejak 2024

KALIMANTAN TIMUR

Polda Kaltim Petakan 5 Daerah Rawan Sabu, Balikpapan hingga Berau Jadi Atensi

BorneoKita.co.id , BALIKPAPAN – Kepolisian menetapkan lima wilayah di Kalimantan Timur sebagai daerah prioritas pengawasan dalam penanganan peredaran narkotika jenis sabu. Kelima daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, baik sebagai jalur distribusi maupun titik peredaran gelap narkoba.



Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim mengungkapkan, wilayah yang masuk dalam kategori atensi meliputi Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Kelima daerah ini kini menjadi fokus utama aparat dalam upaya pemberantasan jaringan narkotika.



Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menegaskan bahwa langkah penindakan terus diperkuat di daerah-daerah tersebut. Polisi juga meningkatkan intensitas pengungkapan kasus guna menekan aktivitas jaringan peredaran sabu yang masih marak.



“Kami akan terus memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya sabu-sabu, di lima daerah yang menjadi atensi karena tingginya kasus yang terjadi,” ujar Romylus, Rabu (8/4/2026).



Menurutnya, tingginya peredaran narkoba di sejumlah wilayah itu dipengaruhi oleh letak strategis daerah yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur distribusi. Selain itu, beberapa kawasan juga dinilai memiliki potensi pasar yang besar bagi jaringan pengedar.



Romylus menambahkan, para pelaku juga terus mengembangkan berbagai modus untuk menghindari pengawasan aparat. Salah satu yang ditemukan yakni perubahan bentuk kemasan sabu yang sebelumnya sering disamarkan menggunakan bungkus teh hijau.



Kini, aparat menemukan sabu dengan kemasan baru berlogo tikus. Pergantian kemasan tersebut diduga menjadi bagian dari strategi pelaku untuk mengelabui petugas sekaligus menyulitkan proses identifikasi.



“Ini menunjukkan para pelaku terus berinovasi dalam menjalankan aksinya. Karena itu, kami juga harus semakin adaptif dalam melakukan pengungkapan,” katanya.



Meski penegakan hukum terus digencarkan, kepolisian menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menekan peredaran narkotika. Polda Kaltim pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.



Partisipasi warga dinilai penting untuk membantu aparat mempersempit ruang gerak jaringan pengedar, khususnya di lima wilayah yang kini menjadi perhatian utama.



“Kami berharap peredaran sabu-sabu di Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau dapat ditekan secara signifikan ke depan,” tutup Romylus. (BK.Red)