Hardiknas 2026: DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru”
Terbaru
- Festival UMKM Balikpapan Barat 2026: Tingkatkan Legalitas dan Daya Saing Pelaku Usaha
- Hardiknas 2026: DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru”
- Porprov VIII Paser 2026, KONI Kaltim Bahas Kesiapan Teknis dan Organisasi
- Kebakaran Kapal Pengangkut BBM di Sungai Pawan, Satu Selamat, Empat Luka, Satu Meninggal Dunia
- May Day 2026, Maknai Hari Buruh Internasional untuk Kesejahteraan Pekerja.
Borneokita.co.id , SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bukan hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai tanda bahwa kualitas pendidikan masih memerlukan perhatian serius.
Ismail Latisi, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, menilai peringatan ini justru mengungkap kenyataan bahwa pemerataan pendidikan di kota ini belum sepenuhnya tercapai. Ia mencatat perbedaan kualitas antara sekolah di pusat kota dan daerah pinggiran masih sangat terlihat.
“Hardiknas harus menjadi peringatan. Masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Ismail, ketimpangan fasilitas menjadi indikator utama ketidakmerataan kualitas pendidikan. Beberapa sekolah masih kekurangan sarana penunjang yang memadai untuk proses belajar mengajar.
Selain itu, kesejahteraan guru juga menjadi perhatian penting. Ia menekankan bahwa banyak guru, terutama honorer, yang penghasilannya jauh dari cukup.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kesejahteraan guru sangat memengaruhi kualitas pendidikan,” tegasnya. Rendahnya pendapatan guru, lanjutnya, berpotensi menurunkan motivasi mengajar, yang secara langsung memengaruhi mutu pembelajaran di sekolah.
Ismail juga menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan.
“Guru harus terus didorong untuk berkembang. Adaptasi dengan teknologi sudah menjadi kebutuhan,” jelasnya. Dari sisi kebijakan, ia menilai program seperti sistem zonasi perlu dievaluasi agar benar-benar bisa menciptakan pemerataan kualitas pendidikan.
“Konsepnya sudah tepat, tapi implementasinya harus diperbaiki supaya tepat sasaran,” ujarnya. DPRD Samarinda mendorong pemerintah memanfaatkan momentum Hardiknas untuk mempercepat pembenahan sektor pendidikan secara menyeluruh, sehingga kualitas pendidikan dapat dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat.(BK.Red)






