Kebakaran Kapal Pengangkut BBM di Sungai Pawan, Satu Selamat, Empat Luka, Satu Meninggal Dunia
Terbaru
- Porprov VIII Paser 2026, KONI Kaltim Bahas Kesiapan Teknis dan Organisasi
- Kebakaran Kapal Pengangkut BBM di Sungai Pawan, Satu Selamat, Empat Luka, Satu Meninggal Dunia
- May Day 2026, Maknai Hari Buruh Internasional untuk Kesejahteraan Pekerja.
- Teror Air Upas Mulai Terungkap, Polres Ketapang Tangkap Pelaku dan Dalami Otak Kejahatan
- Teror Air Upas Masih Misterius, Pemkab Ketapang Himpun Data, Gubernur Kalbar Buka Dugaan Pemicu
BorneoKita.co.id, Ketapang.- Sebuah kapal kayu bermuatan bahan bakar minyak (BBM) terbakar hebat saat bersandar di Sungai Pawan, tepatnya di belakang permukiman warga Desa Suka Bangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Warga sekitar sempat dikejutkan oleh suara ledakan keras dari arah kapal. Tidak lama setelah ledakan terdengar, asap tebal mulai membumbung tinggi dan kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap hampir seluruh bagian kapal.
Salah seorang warga mengatakan, ledakan tersebut menjadi awal kepanikan warga di sekitar lokasi. Menurutnya, suara ledakan terdengar jelas dari arah kapal sebelum api membesar.
Api diduga cepat menyebar karena kapal tersebut membawa sejumlah jenis BBM, di antaranya Pertalite, solar, dan Pertamax. Kobaran api bahkan sempat terlihat menjalar di permukaan air, sehingga memperluas area kebakaran di sekitar kapal.
Seorang warga lainnya menyebut kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal nelayan yang kemudian digunakan untuk mengangkut barang. Ia mengatakan warga sempat berusaha membantu memadamkan api secara manual, termasuk memotong tali kapal agar api tidak merembet lebih jauh. Dalam upaya itu, Apek mengalami luka pada bagian tangan.
Warga lain bernama Agung mengaku terkejut karena ledakan yang terjadi cukup keras hingga membuat rumahnya bergetar. Saat keluar rumah, ia melihat suasana di sekitar sungai sudah terang akibat kobaran api.
Selain BBM, kapal tersebut juga diketahui membawa tabung oksigen berukuran besar serta sejumlah bahan kebutuhan pokok. Barang-barang itu rencananya akan dibawa menuju wilayah Kabupaten Kayong Utara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam peristiwa tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat orang mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara satu ABK lainnya sempat dinyatakan hilang.
Pencarian terhadap korban yang hilang kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu, 3 Mei 2026. Koordinator SAR Ketapang, Ayub, mengatakan operasi pencarian hari pertama atau H+1 dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Tim menyisir sekitar lokasi kejadian hingga radius 4 nautical mile.
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban terakhir berinisial A, berusia 15 tahun, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di bagian haluan depan kapal yang sebelumnya terbakar.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban tersebut, seluruh korban dalam insiden kebakaran kapal di Sungai Pawan dinyatakan telah ditemukan.
Koordinator SAR Ketapang Ayub menjelaskan, pada pukul 10.30 WIB, SMC mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Polairud Ketapang, Koramil Delta Pawan, Polsek Delta Pawan, BPBD Ketapang, Pos AL Ketapang, Satpol PP Ketapang, Puskesmas Delta Pawan, potensi SAR, serta aparat Desa Suka Bangun Dalam.
Salah seorang warga Hendry berkomentar dan mempertanyakan tentang standarisasi keselamatan Kerja pengangkutan BBM (barang khusus ) tersebut dan mengingatkan operator dan Regulator Transportasi berhati hati akan kejadian tersebut, agar tidak terulang kembali
Hingga berita ini terbit, pihak berwenang terkait belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap maupun penyebab pasti terbakarnya kapal di Sungai Pawan tersebut. (BK.Red)






