Pontianak, Kalimantan Barat

Borneokita.co.id. sejak 2024

NASIONAL

Kejaksaan Agung Berpeluang Periksa Pengusaha Riza Chalid


BorneoKita.co.id.- Jakarta - Kejaksaan Agung berpeluang untuk memeriksa pengusaha Muhammad Riza Chalid sehubungan dengan dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk periode 2018-2023.


Putra dari Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR), telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan peranannya sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memanggil Riza Chalid, jika diperlukan dalam rangka memperjelas tindak pidana yang sedang diselidiki. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (2/3) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.

“Sepanjang merupakan bagian dari kebutuhan penyidikan, pihak-pihak manapun yang bisa membuat terang tindak pidana ini tentu akan dipanggil,” kata Harli Siregar kepada awak media sebagaimana dilansir antaranews .


Namun, Harli tidak dapat memastikan apakah penyidik akan memanggil Riza Chalid, dan menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Selain itu, penyidik sebelumnya telah melakukan beberapa kali penggeledahan di rumah Riza Chalid yang terletak di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang diduga digunakan sebagai kantor.


Riza Chalid sendiri merupakan pengusaha ternama yang terlibat dalam berbagai sektor bisnis, mulai dari ritel mode, perkebunan sawit, industri minuman, hingga perdagangan minyak bumi. Karena dominasi bisnisnya dalam impor minyak, ia dikenal dengan julukan "Saudagar Minyak" atau "The Gasoline Godfather."


Lahir pada tahun 1960, Riza aktif dalam bisnis impor minyak melalui anak perusahaan PT Pertamina, yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang berbasis di Singapura. Selain itu, ia juga terhubung dengan sejumlah perusahaan energi lainnya, seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum yang beroperasi di Singapura.


Bisnis perminyakan yang dijalankannya diperkirakan menghasilkan sekitar 30 miliar dolar AS per tahun. Kekayaannya diperkirakan mencapai 415 juta dolar AS, yang menempatkannya sebagai orang terkaya ke-88 dalam daftar Globe Asia pada tahun 2015. Nama Riza Chalid seringkali dikaitkan dengan berbagai kontroversi dalam industri perminyakan. (BK Red)